Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Pemkot Pekalongan ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-25 12:04:41【Kabar Kuliner】883 orang sudah membaca
PerkenalanWakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab pada acara pertemuan dengan SPPG program MBG di Pekalongan, b

Kami hadir bukan untuk menyalahkan, tapi untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi bahwa bangunan SPPG harus memenuhi standar keamanan dan kesehatan
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah, mewajibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memenuhi standar bangunan untuk memastikan seluruh dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai regulasi terkait standar keamanan, kesehatan, dan kelayakan.
Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab di Pekalongan, Selasa, mengangakan salah satu faktor penting keberhasilan Program MBG adalah kelayakan sarana dapur yang digunakan untuk memasak makanan bergizi bagi masyarakat.
"Kami hadir bukan untuk menyalahkan, tapi untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi bahwa bangunan SPPG harus memenuhi standar keamanan dan kesehatan," katanya.
Baca juga: Pemkot Pekalongan distribusikan MBG kepada 6 ribu pelajar TK-SMA
Namun demikian pihaknya berharap dapur MBG di setiap wilayah dapat tertata sesuai aturan yang berlaku agar keamanan dan kesehatan dapat terjaga.
Menurut dia, masih ditemukan beberapa bangunan SPPG yang belum memenuhi persyaratan, seperti area yang terlalu sempit atau ngak memiliki halaman sesuai ketentuan.
Ke depan , kata dia, Pemkot Pekalongan akan melakukan pembenahan agar seluruh bangunan memenuhi kriteria teknis bangunan layak fungsi.
Baca juga: Melihat dapur SPPG Polda Kalsel yang inovatif
"Kami berharap program ini bisa terus berkelanjutan, ngak hanya berjalan sehari dua hari saja, dan dapat memberikan keamanan, serta kenyamanan dalam pemenuhan gizi masyarakat di daerah," kata Balqis Diab.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekalongan Andrianto mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 22 SPPG yang sebagian besar sudah beroperasi.
"Namun, beberapa diantaranya masih menggunakan rumah tinggal atau bangunan non-standar yang perlu disesuaikan secara konstruksi, agar aman digunakan sebagai dapur penyedia MBG," kata Andrianto.
Baca juga: Pimpinan Komisi X usul bentuk dapur sekolah MBG di daerah 3T
Suka(5)
Sebelumnya: Akademisi: Pendatang di Yogyakarta alami tiga fase adaptasi budaya
Selanjutnya: Ekonomi TW
Artikel Terkait
- PBB tingkatkan dukungan bagi pengungsi di Darfur Utara, Sudan
- Siswa penerima MBG di Jateng sampaikan pesan bercara unik ke Presiden
- Di hadapan Presiden Lee, Prabowo cerita Indonesia gandrungi K
- New York Umumkan Keadaan Darurat Jelang Penangguhan Bantuan Pangan
- Suasana ceria di SMPN 2 Maos saat Makan Bergizi Gratis tiba
- BLACKPINK puji antusiasme penggemar Indonesia
- Melania Trump bagikan dekorasi Gedung Putih untuk Halloween 2025
- PBB sebut situasi di Darfur Utara di Sudan masih "katastropik"
- Mantan Ketua KPK Antasari Azhar meninggal dunia
- Menkomdigi ungkap ada gim online yang disusupi jaringan teroris
Resep Populer
Rekomendasi

CKG, cahaya harapan dari negara untuk masa senja berjaya

8 ragam kuliner khas Halloween dari berbagai negara dan tradisinya

Pilah dan olah sampah agar lingkungan lebih asri

Insiden pelepasan suar nodai konser reuni Oasis di Melbourne

Mewujudkan ekonomi berkeadilan tanpa tambang

BGN sosialisasikan revisi penerima MBG

Kemarin, tambang ilegal hutan Sekotong dan insentif guru honorer naik

Pengamat: Kemendagri pegang peran strategis sukseskan MBG